Sabtu, 23 Oktober 2010

a hopeful hope

Ini akan diringkaskan dari segala peristiwa yang sudah, sedang dan akan terjadi dalam hidup ku (selama ini). Segala perjuangan, pergulatan dan berbagai rasa yg TER-alami bukan cuma karena memang semestinya demikian, namun juga perlu diartikan karena sebuah konsekuensi logis dari keberanian utk ambil keputusan yg sulit, bagi diri dan mungkin juga bagi orang lain.

Mungkin akan terbersit betapa “aku ini kok terkesan merasakan beratnya sebuah pilihan”…ya…!!! aku tidak akan menampiknya dan tidak juga mengamininya secara mentah” … memanglah demikianlah adanya tanpa mesti ditambah bumbu supaya lebih beraroma dan terkesan WAAHH,,, kendati demikian, tidak juga akan membela diri dengan ungkapan bahwa ini amat berat, karena aku yakin bahwa aku bukan orang pertama mengalami ini. Toh…selalu diimbangi dengan adanya sarana dan prasarana. Dan lengkap atau tidak, bukanlah soal!
*Mungkin* semua yg mengalami saat-saat ini juga akan mengatakan hal yg sama tentang betapa singkatnya hari-hariku yg hanya duduk sambil mengerutkan dahi. Sesekali meneguk mineral murni dan terkadang diharuskan diisi dengan air hitam berlogo “Kopi”…. Kemudian dirasakan pula bahwa banyak waktu serasa habis di hadapan Intel Core 2 Duo, hingga mata jasmani terasa penuh lem Alteco. Ingin terkatup namun tidak sampai hati melihat hal-hal yg masih terserak. Akh,,, nanti saja. Tunggu hingga seluruhnya usai. Namun hati juga bertanya, kapan itu akan terjadi?
Pernah juga terbersit, apakah aku tak lagi mempunyai malam yg bisa menyelimuti dinginnya udara kala ku kerjakan semua tanggungjawabku. Malam yg mampu mengistirahatkan dan membuat tubuhku terbaring. Juga bagaimana dengan mimpi-mimpiku yg terkadang kudapatkan melalui malam-malam itu? Serasa aku jarang mengalaminya kembali. Toh bila ada, jelas sekali bahwa yg muncul adalah mimpi bahwa di saat pagi akan kutemui tugas yg harum ba(r)unya. Ada lagi??? “pikirku”………………………………………………….. Akh…luar biasa Tuhanku ini. Dia masih mempercayaiku. Dia masih mempergunakanku. Dan berbagai ungkapan “masih…masih,,,,”…. Dia punya rencana indah, hanya itu yg kupegang!
Dan nampaknya tak pantas juga bertanya “Untuk apa ini semua???”…
Sekarang mulai kutemui duniaku yg dulu, meski masih menyisakan ‘serakan-serakan’ yg harus disapu bersih. Dan dari sini mulai juga menyadari bahwa bukanlah hasil yg mesti mati”an diperjuangkan melainkan proses dari sebuah perjuangan itulah yg sudah sepantasnya dibingkai dengan keharuan. Senantiasa diingat dan menjadi tonggak sejarah.
Satu hal lagi. Saat masuk kamar seorang Guru Besar yg sudah kawakan, aku melihat dalam sebuah screen server miliknya. Ini akan menjadi penutup dari secuil refleksi ini. Kesimpulan yang sungguh meneguhkan. Mengharukan. Dan mungkin mengherankan. Secara dalam aku berpikir bahwa Tuhan tidak akan meninggalkanku sendirian. Ketika ku keberjalan dalam gelap, Dia sediakan sebatang korek dan lilin bagiku, ketika kulalui padang belantara, Dia datang membawa kompas dengan yg dititipkan pada seorang pemburu liar, dan ketika kulintasi gurun pasir, Dia datang dengan sekantong anggur lezat. Ketika…ketika…ketika… pokoknya Dia datang tepat waktu. Dan aku menjadi makin yakin padanya meskipun terkadang dengan cara dan saat yg tak masuk dalam akalku, seorang manusia terbatas. Bagaimana mungkin akan memahami yg tak terbatas????...
dan kesimpulan yg ingin diberikan dalam bahasa itu.

Wen Gott einmal bei der Arbeit erwischt,
dem schickt er zur Strafe immer wieder neue.


demikian... hanya ada satu harapan bahwa ini dibaca seperlunya saja karena hanya sebatas sharing atas hidup.