Minggu, 10 Juni 2012

"Biarkan aku menjadi lilin itu"



"Biarkan aku menjadi lilin itu"

Sebuah kisah menarik, seorang remaja terkena kanker darah, memang ketika mendengar pertama ia sangat shock, namun lambat launia merasa kuat karena kelemahannya itu. Meskipun ia sakit ia masih bersemangat untuk menjalani hidupnya dengan segala senyum untuk kerabat dan teman"nya. Suatu ketika kanker itu sudah tahap akhir, dan rambutnya sekarang telah habis, mukanya pucat dan ia hanya bisa memandangi rumah sakit yang merawatnya. Setiap pagi dan malam ia sallu berkunjung ke ruangan anak-anak yang sakit, iya memberi dongen setiap hari kepada anak" itu, atau ia berkunjung ke ruang" terdekat dari ruangannya untuk bercanda dengan pasien lain. 



Malam itu rumah sakit telah sepi, disinilah saat" terakhir untuknya melihat semuanya, ia berdoa kepada Tuhan :" Tuhan, terimakasih bahwa aku boleh menjadi sebuah lilin kecil untuk sesamaku, meski aku harus habis oleh api itu" setelah ia berdoa ia melihat semua orang yg ada disitu, ia tersenyum manis sambil memegang tangan orang" yg dikasihinya.











Tuhan, dikala badai hidup menerpa, dan kegelapan menyelimuti, 
biarkan aku menjadi lilin kasihMu meski aku harus habis termakan oleh kasih itu,
 namun indah pada waktunya.