Blogger...saya punya sedikit renungan nih ... semoga blogger bisa tersentuh dan sadar ketika membacanya...
betapa besar tiada taranya kasih sayang IBU...
***
Ada Seorang
bayi siap untuk dilahirkan.
Si bayi bertanya kpd Tuhan : "Para
malaikat disini mengatakan besok Engkau akan mengirimkanku ke dunia, tetapi
bagaimana cara hidup di sana ? saya begitu kecil dan lemah." kata si bayi
Tuhan : "
AKU telah memilih 1 malaikat untukmu. ia akan menjaga & mengasihimu.
Bayi:
"Tp di syurga yg saya lakukan hanya tertawa dan bernyanyi ini cukup bagi
saya untuk bahagia
Tuhan:"
Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari & kamu akan
merasakan kehangatan cintanya & jd lebih bahagia."
Bayi : "
apa yang dapat saya lakukan saat saya ingin berbicara pada-Mu.
Tuhan: "
Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdoa"
si bayipun
masih belum puas. ia pun bertanya lagi :" saya mendengar di bumi banyak orang jahat!
siapa yg akan melindungi saya?"
dengan penuh
kesabaran Tuhan menjawab :" malaikatmu akan melindungi dengan taruhan jiwanya
sekalipun.
si bayipun
tetap belum puas dan melanjutkan pertanyaannya :" tp saya akan bersedih tidak
melihat ENGKAU lagi"
Tuhanpun berkata :" malaikatmu akan menceritakan kepada mu tentang AKU dan; akan mengajarkan
bagaimana agar kamu bisa kembali kepada-KU walaupun sesungguhnya AKU slalu berada
di sisimu."
saat itu
syurga begitu tenangnya. sehingga suara dari bumi dapat terdengar dan Sang anak
dengan suara lirih bertanya :" Tuhan jika saya harus pergi sekarang
bisakah ENGKAU memberitahuku siapa nama malaikat di rumahku nanti ?"
Tuhanpun menjawab
:" kau dapat memanggil malaikatmu "IBU"
kenanglah ibu
yg slalu menyayangimu. untuk ibu yg selalu meneteskan air mata ketika kau pergi.
ingatkah engkau ketika ibumu rela tidur tanpa selimut demi melihatmu tidur nyenyak
dengan 2 selimut membaluti tubuhmu?
ingatkah engkau ketika jemari ibu mengusap
lembut kepalamu
dan ingatkah engkau ketika air mata menetes dari mata ibumu ketika ia melihatmu terbaring sakit?
dan ingatkah engkau ketika air mata menetes dari mata ibumu ketika ia melihatmu terbaring sakit?
sesekali
jenguklah ibumu yg slalu menantikan kepulanganmu di rumah tempat kau dilahirkan.
kembalilah
mohon maaf pd ibumu yg slalu rindu pd senyummu.
jangan sampai
kehilangan saat-saat yg akan kau rindukan di masa datang ketika ibumu telah tiada
tak ada lagi yg berdiri di depan pintu menyambut kita
tak ada lagi yg berdiri di depan pintu menyambut kita
tak ada lagi senyuman indah tanda bahagia
yang ada hanyalah kamar kosong tiada penghuninya.
yang ada hanyalah
baju yang digantung dilemari kamarnya.
tak ada lagi dan tak akan pernah ada lg yg meneteskan airmata, mendoakanmu di setiap hembusan
nafasnya.
ciumlah kaki
ibu yang selalu merindukanmu dan berikanlah yg terbaik di akhir hayatnya.
kenanglah
semua cinta dan kasih sayangnya.
Ibu,
sampai
kapanpun jasamu tak terbalaskan
******
Waktu kamu
berumuran 1 tahun, dia menyuapi dan memandikanmu
Sebagai
balasannya – kau menangis sepanjang malam.
Waktu kamu
berumur 2 tahun, dia mengajarimu bagaimana cara berjalan
Sebagai
balasannya – kamu kabur waktu dia memanggilmu
Waktu kamu
berumur 3 tahun, dia memasak semua makananmu dengan kasih sayang
Sebagai
balasannya – kamu buang piring berisi makananmu ke lantai
Waktu kamu
berumur 4 tahun, dia memberimu pensil warna
Sebagai
balasannya – kamu corat coret tembok rumah dan meja makan
Waktu kamu
berumur 5 tahun, dia membelikanmu baju-baju mahal dan indah
Sebagai
balasannya – kamu memakainya bermain di kubangan lumpur
Waktu berumur
6 tahun, dia mengantarmu pergi ke sekolah
Sebagai
balasannya – kamu berteriak “NGGAK MAU ..!”
Waktu berumur
7 tahun, dia membelikanmu bola
Sebagai
balasannya – kamu melemparkan bola ke jendela tetangga
Waktu berumur
8 tahun, dia memberimu es krim
Sebagai
balasannya – kamu tumpahkan dan mengotori seluruh bajumu
Waktu kamu
berumur 9 tahun, dia membayar mahal untuk kursus-kursusmu
Sebagai
balasannya – kamu sering bolos dan sama sekali nggak mau belajar
Waktu kamu
berumur 10 tahun, dia mengantarmu kemana saja, dari kolam renang sampai pesta
ulang tahun
Sebagai
balasannya – kamu melompat keluar mobil tanpa memberi salam
Waktu kamu
berumur 11 tahun, dia mengantar kamu dan temen-temen kamu ke bioskop
Sebagai
balasannya – kamu minta dia duduk di barisan lain
Waktu kamu
berumur 12 tahun, dia melarangmu melihat acara tv khusus untuk orang dewasa
Sebagai
balasannya – kamu tunggu sampai dia keluar rumah
Waktu kamu
berumur 13 tahun, dia menyarankanmu untuk memotong rambut karena sudah waktunya
Sebagai
balasannya – kamu bilang dia tidak tahu mode
Waktu kamu
berumur 14 tahun, dia membayar biaya untuk kemahmu selama liburan
Sebagai
balasannya – kamu nggak pernah menelponnya
Waktu kamu
berumur 15 tahun, pulang kerja dia ingin memelukmu …
Sebagai
balasannya – kamu kunci pintu kamarmu
Waktu kamu
berumur 16 tahun, dia mengajari kamu mengemudi mobil
Sebagai
balasannya – kamu pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa mempedulikan
kepentingannya
Waktu kamu
berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telpon yang penting
Sebagai balasannya
– kamu pakai telpon nonstop semalaman,
waktu kamu
berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kamu lulus SMA
Sebagai
balasannya – kamu berpesta dengan teman-temanmu sampai pagi
Waktu kamu
berumur 19 tahun, dia membayar semua kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada
hari pertama
Sebagai
balasannya – kamu minta diturunkan jauh dari pintu gerbang biar nggak malu sama
temen-temen
Waktu kamu
berumur 20 tahun, dia bertanya “Darimana saja seharian ini?”
Sebagai
balasannya – kamu menjawab “Ah, cerewet amat sih, pengen tahu urusan orang.”
Waktu kamu
berumur 21 tahun, dia menyarankanmu satu pekerjaan bagus untuk karier masa
depanmu
Sebagai
balasannya – kamu bilang “Aku nggak mau seperti kamu.”
Waktu kamu
berumur 22 tahun, dia memelukmu dan haru waktu kamu lulus perguruan tinggi
Sebagai
balasannya – kamu nanya kapan kamu bisa main ke luar negeri
Waktu kamu
berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah barumu
Sebagai
balasannya – kamu ceritain ke temanmu betapa jeleknya furniture itu
Waktu kamu
berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencana di
masa depan
Sebagai
balasannya – kamu mengeluh “Aduh gimana sih kok bertanya seperti itu.”
Waktu kamu
berumur 25 tahun, dia membantumu membiayai pernikahanmu
Sebagai balasannya
– kamu pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km.
Waktu kamu
berumur 30 tahun, dia memberimu nasehat bagaimana merawat bayimu
Sebagai
balasannya – kamu katakan “Sekarang jamannya sudah beda.”
Waktu kamu
berumur 40 tahun, dia menelponmu untuk memberitahu pesta salah satu saudara
dekatmu
Sebagai
balasannya – kamu jawab “Aku sibuk sekali, nggak ada waktu.”
Waktu kamu
berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu
Sebagai
balasannya – kamu baca tentang pengaruh negatif orang tua yang numpang tinggal
di rumah anaknya
dan
hingga SUATU
HARI, dia meninggal dengan tenang dan tiba-tiba kamu teringat semua yang belum
pernah kamu lakukan, dan itu menghantam HATIMU bagaikan pukulan godam
JIKA
ORANGTUAMU MASIH ADA,
BERIKANLAH
KASIH SAYANG DAN PERHATIAN LEBIH DARI YANG PERNAH KAMU BERIKAN SELAMA INI
JIKA ORA NG
TUAMU SUDAH TIADA.
INGATLAH
KASIH SAYANG DAN CINTANYA YANG TELAH DIBERIKANNYA DENGAN TULUS TANPA SYARAT
KEPADAMU
ibu
melahirkan kita sambil menangis kesakitan...
Masihkah kita
menyakitkannya?
Masih
mampukah kita tertawa melihat penderitaannya?
Mencaci
makinya?
Melawannya?
Memukulnya?
Mengacuhkannya?
Meninggalkannya?
Ibu tidak
pernah mengeluh membersihkan kotoran kita waktu masih kecil,
Memberikan
ASI waktu kita bayi,
Mencuci
celana kotor kita,
Menahan
derita,
Menggendong
kita sendirian...
Di saat ibumu
tidur, coba kamu lihat matanya dan bayangkan matanya takkan terbuka untuk
selamanya...
Tangannya tak
dapat hapuskan airmatamu dan tiada lagi nasihat yang sering kita abaikan...
Bayangkan Ibumu sudah tiada...
Apakah kamu
cukup membahagiakannya...
Apakah kamu
pernah berfikir betapa besar pengorbanannya semenjak kamu berada di dalam
perutnya.
SADARILAH
bahwa di dunia ini tidak ada 1 orang pun yang mau mati demi ibu, tetapi...
Beliau justru satu-satunya orang yang bersedia mati untuk melahirkan kita...
Ibu bukan
tempat penititipan cucunya di saat anda jalan-jalan,
tetapi disaat
beliau sudah tua dan tak bertenaga, yang beliau butuhkan sekarang adalah
perhatian anda, datang dan hampiri dia, bertanyalah bagaimana kesehatannya
saat ini dan dengarlah curhatnya, temani dia disaat dia membutuhkan anda, itu
saja.
Beliau sudah
bahagia sekali...
dan melupakan
semua hutang anda kepadanya
Ya Allah ya Tuhanku
tolong panjangkan umur malaikatku tersayang, Ibu...
Bahagiakanlah dia sebagaimana dia telah membahagiakanku hingga detik ini...
Jagalah dia ya Allah...
Kasihi dia :)
Amiin ya rabbal allamin!
Bahagiakanlah dia sebagaimana dia telah membahagiakanku hingga detik ini...
Jagalah dia ya Allah...
Kasihi dia :)
Amiin ya rabbal allamin!