it's very long time since i had been too busy in my real activity, mulai dari kuliah, ngurus proposal, full proyek, 'n ikut lomba KBGI...
banyaaaak banget sebenernya yang pengen saya share dengan bloggers semua ttg aktiviti saya ini. tapi apa daya, kesempatan begitu tipis. hehe *alesan*
ok, kali ini saya iseng mengupdate blog ini mengenai kaca spion. saya gak habis pikir aja, tadi habis kecolongan kaca spion sepeda motor saya yang sebelah kiri. kenapa gak habis pikir? soalnya, kaca spion yang gak seberapa aja bisa diambil orang, apalagi yang lebih dari kaca spion.
so, bloggers.. be more careful with ur life. serius deh.
tapi, menyinggung soal kaca spion, saya jadi keinget dengan kata-kata kakak sepupu saya yang pernah update status di facebook, yang mengaitkan antara kaca spion dan kehidupan.
well, saya pikir saya ini sedang ditegur Tuhan. kenapa? yaaa mungkin karena saya terlalu terpaku dengan masa lalu saya. soo.... in this chance I wanna share with you about that relation.
"Masa lalu kita ibarat jalan yang telah kita lalui dalam suatu perjalanan, yang hanya bisa dilihat dari kaca spion, sedangkan seorang pengendara mobil/motor yang terlalu sering melihat ke arah spion tidak akan pernah sampai ke tempat tujuan”
itulah secuil kata-kata yang iseng-iseng saya rangkai setelah menelusur berbagai posting tentang kaca spion dan kehidupan....
well, kalau dimaknai lebih dalam lagi... menurut saya perumpamaan tersebut memang benar! coba kita pikirkan saja, ketika kita atau orang terdekat sedang mengendarai kendaraan yang berkaca spion. Memang benar, kaca spion berguna untuk membantu kita dalam melihat posisi kendaraan yang ada di belakang kita. Namun, bila kita terlalu sibuk dengan kaca spion dan melupakan apa yang sedang kita lakukan *yaitu menyetir atau mengendalikan kendaraan* tentunya kita akan mendapati resiko yang amat sangat besar. ya, jika kita terlalu terpaku dengan kaca spion itu, tentunya kita tidak akan fokus lagi dalam berkendara, sehingga kita akan menemui sebuah resiko yang amat besar.
ya, kita tidak akan pernah sampai tujuan jika mata kita hanya
tertuju pada spion! kecelakaanlah yang mungkin kita dapat jika kita berkendara
hanya melihat kaca spion, like our life, kita tidak akan pernah sampai ke
tujuan hidup kita jika hanya melihat, baik itu mengagumi ataupun menyesali,
masa lalu yang pernah kita lalui. seperti kendaraan, hidup kita juga memiliki spion. there's the past! yeah, masa lalu adalah spion bagi kita dalam menjalani hidup. our past itu ibarat jalan yang telah kita lalui dalam suatu perjalanan, yang hanya bisa dilihat dari kaca spion.
masa lalu kadang harus dikenang, dipelajari, dan diingat, agar kita tidak
mengulang kesalahan yang serupa. seperti ketika kita mengendarai suatu kendaraan. ketika kita berkendara, kita kadang harus melirik spion kendaraan kita agar
mendapatkan gambaran jalan di belakang kita, ada apa, bagaimana posisi kita, dan kapan kita mendapat kesempatan berjalan ke suatu arah. dengan itu, kitapun akan waspada dan
lebih aman lebih-lebih pada situasi khusus, misalnya ketika hendak berbelok dan
berbalik arah.
namun kaca spion hanyalah pelengkap, sering juga kita
melihat orang-orang yang berkendara tanpa spion dan selamat sampai tujuannya. demikian juga hidup kita, tentu kita bisa hidup tanpa menengok masa lalu. namun, hidup adalah hal yang terlalu besar untuk dipertaruhkan. jadi lebih baik
kita menggunakan spion dalam hidup kita untuk meminimalkan resiko. lebih baik
tiba dengan selamat sampai tujuan daripada kita tiba di tujuan dengan tubuh penuh
luka, bukan?