Minggu, 30 Oktober 2011

Ibu


Blogger...saya punya sedikit renungan nih ... semoga blogger bisa tersentuh dan sadar ketika membacanya...
betapa besar tiada taranya kasih sayang IBU...

***

Ada Seorang bayi siap untuk dilahirkan. 
Si bayi bertanya kpd Tuhan : "Para malaikat disini mengatakan besok Engkau akan mengirimkanku ke dunia, tetapi bagaimana cara hidup di sana ? saya begitu kecil dan lemah." kata si bayi

Tuhan : " AKU telah memilih 1 malaikat untukmu. ia akan menjaga & mengasihimu.

Bayi: "Tp di syurga yg saya lakukan hanya tertawa dan bernyanyi ini cukup bagi saya untuk bahagia

Tuhan:" Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari & kamu akan merasakan kehangatan cintanya & jd lebih bahagia."

Bayi : " apa yang dapat saya lakukan saat saya ingin berbicara pada-Mu.

Tuhan: " Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdoa"

si bayipun masih belum puas. ia pun bertanya lagi :" saya mendengar di bumi banyak orang jahat! siapa yg akan melindungi saya?"

dengan penuh kesabaran Tuhan menjawab :" malaikatmu akan melindungi dengan taruhan jiwanya sekalipun.

si bayipun tetap belum puas dan melanjutkan pertanyaannya :" tp saya akan bersedih tidak melihat ENGKAU lagi"

Tuhanpun berkata :" malaikatmu akan menceritakan kepada mu tentang AKU dan; akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepada-KU walaupun sesungguhnya AKU slalu berada di sisimu."

saat itu syurga begitu tenangnya. sehingga suara dari bumi dapat terdengar dan Sang anak dengan suara lirih bertanya :" Tuhan jika saya harus pergi sekarang bisakah ENGKAU memberitahuku siapa nama malaikat di rumahku nanti ?"

Tuhanpun menjawab :" kau dapat memanggil malaikatmu "IBU"

kenanglah ibu yg slalu menyayangimu. untuk ibu yg selalu meneteskan air mata ketika kau pergi.

ingatkah engkau ketika ibumu rela tidur tanpa selimut demi melihatmu tidur nyenyak dengan 2 selimut membaluti tubuhmu?
ingatkah engkau ketika jemari ibu mengusap lembut kepalamu
dan ingatkah engkau ketika air mata menetes dari mata ibumu ketika ia melihatmu terbaring sakit?

sesekali jenguklah ibumu yg slalu menantikan kepulanganmu di rumah tempat kau dilahirkan.

kembalilah mohon maaf pd ibumu yg slalu rindu pd senyummu.

jangan sampai kehilangan saat-saat yg akan kau rindukan di masa datang ketika ibumu telah tiada


tak ada lagi yg berdiri di depan pintu menyambut kita
tak ada lagi senyuman indah tanda bahagia


yang ada hanyalah kamar kosong tiada penghuninya.
yang ada hanyalah baju yang digantung dilemari kamarnya.
tak ada lagi dan tak akan pernah ada lg yg meneteskan airmata, mendoakanmu di setiap hembusan nafasnya.

ciumlah kaki ibu yang selalu merindukanmu dan berikanlah yg terbaik di akhir hayatnya.
kenanglah semua cinta dan kasih sayangnya.

Ibu,
sampai kapanpun jasamu tak terbalaskan

******
Waktu kamu berumuran 1 tahun, dia menyuapi dan memandikanmu
Sebagai balasannya – kau menangis sepanjang malam.
Waktu kamu berumur 2 tahun, dia mengajarimu bagaimana cara berjalan
Sebagai balasannya – kamu kabur waktu dia memanggilmu
Waktu kamu berumur 3 tahun, dia memasak semua makananmu dengan kasih sayang
Sebagai balasannya – kamu buang piring berisi makananmu ke lantai
Waktu kamu berumur 4 tahun, dia memberimu pensil warna
Sebagai balasannya – kamu corat coret tembok rumah dan meja makan
Waktu kamu berumur 5 tahun, dia membelikanmu baju-baju mahal dan indah
Sebagai balasannya – kamu memakainya bermain di kubangan lumpur
Waktu berumur 6 tahun, dia mengantarmu pergi ke sekolah
Sebagai balasannya – kamu berteriak “NGGAK MAU ..!”
Waktu berumur 7 tahun, dia membelikanmu bola
Sebagai balasannya – kamu melemparkan bola ke jendela tetangga
Waktu berumur 8 tahun, dia memberimu es krim
Sebagai balasannya – kamu tumpahkan dan mengotori seluruh bajumu
Waktu kamu berumur 9 tahun, dia membayar mahal untuk kursus-kursusmu
Sebagai balasannya – kamu sering bolos dan sama sekali nggak mau belajar
Waktu kamu berumur 10 tahun, dia mengantarmu kemana saja, dari kolam renang sampai pesta ulang tahun
Sebagai balasannya – kamu melompat keluar mobil tanpa memberi salam
Waktu kamu berumur 11 tahun, dia mengantar kamu dan temen-temen kamu ke bioskop
Sebagai balasannya – kamu minta dia duduk di barisan lain
Waktu kamu berumur 12 tahun, dia melarangmu melihat acara tv khusus untuk orang dewasa
Sebagai balasannya – kamu tunggu sampai dia keluar rumah
Waktu kamu berumur 13 tahun, dia menyarankanmu untuk memotong rambut karena sudah waktunya
Sebagai balasannya – kamu bilang dia tidak tahu mode
Waktu kamu berumur 14 tahun, dia membayar biaya untuk kemahmu selama liburan
Sebagai balasannya – kamu nggak pernah menelponnya
Waktu kamu berumur 15 tahun, pulang kerja dia ingin memelukmu …
Sebagai balasannya – kamu kunci pintu kamarmu
Waktu kamu berumur 16 tahun, dia mengajari kamu mengemudi mobil
Sebagai balasannya – kamu pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa mempedulikan kepentingannya
Waktu kamu berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telpon yang penting
Sebagai balasannya – kamu pakai telpon nonstop semalaman,
waktu kamu berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kamu lulus SMA
Sebagai balasannya – kamu berpesta dengan teman-temanmu sampai pagi
Waktu kamu berumur 19 tahun, dia membayar semua kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama
Sebagai balasannya – kamu minta diturunkan jauh dari pintu gerbang biar nggak malu sama temen-temen
Waktu kamu berumur 20 tahun, dia bertanya “Darimana saja seharian ini?”
Sebagai balasannya – kamu menjawab “Ah, cerewet amat sih, pengen tahu urusan orang.”
Waktu kamu berumur 21 tahun, dia menyarankanmu satu pekerjaan bagus untuk karier masa depanmu
Sebagai balasannya – kamu bilang “Aku nggak mau seperti kamu.”
Waktu kamu berumur 22 tahun, dia memelukmu dan haru waktu kamu lulus perguruan tinggi
Sebagai balasannya – kamu nanya kapan kamu bisa main ke luar negeri
Waktu kamu berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah barumu
Sebagai balasannya – kamu ceritain ke temanmu betapa jeleknya furniture itu
Waktu kamu berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencana di masa depan
Sebagai balasannya – kamu mengeluh “Aduh gimana sih kok bertanya seperti itu.”
Waktu kamu berumur 25 tahun, dia membantumu membiayai pernikahanmu
Sebagai balasannya – kamu pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km.
Waktu kamu berumur 30 tahun, dia memberimu nasehat bagaimana merawat bayimu
Sebagai balasannya – kamu katakan “Sekarang jamannya sudah beda.”
Waktu kamu berumur 40 tahun, dia menelponmu untuk memberitahu pesta salah satu saudara dekatmu
Sebagai balasannya – kamu jawab “Aku sibuk sekali, nggak ada waktu.”
Waktu kamu berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu
Sebagai balasannya – kamu baca tentang pengaruh negatif orang tua yang numpang tinggal di rumah anaknya
dan
hingga SUATU HARI, dia meninggal dengan tenang dan tiba-tiba kamu teringat semua yang belum pernah kamu lakukan, dan itu menghantam HATIMU bagaikan pukulan godam

JIKA ORANGTUAMU MASIH ADA,
BERIKANLAH KASIH SAYANG DAN PERHATIAN LEBIH DARI YANG PERNAH KAMU BERIKAN SELAMA INI

JIKA ORA NG TUAMU SUDAH TIADA.
INGATLAH KASIH SAYANG DAN CINTANYA YANG TELAH DIBERIKANNYA DENGAN TULUS TANPA SYARAT KEPADAMU

ibu melahirkan kita sambil menangis kesakitan...

Masihkah kita menyakitkannya?

Masih mampukah kita tertawa melihat penderitaannya?

Mencaci makinya?

Melawannya?

Memukulnya?

Mengacuhkannya?

Meninggalkannya?

Ibu tidak pernah mengeluh membersihkan kotoran kita waktu masih kecil,
Memberikan ASI waktu kita bayi,
Mencuci celana kotor kita,
Menahan derita,
Menggendong kita sendirian...

Di saat ibumu tidur, coba kamu lihat matanya dan bayangkan matanya takkan terbuka untuk selamanya...
Tangannya tak dapat hapuskan airmatamu dan tiada lagi nasihat yang sering kita abaikan...

Bayangkan Ibumu sudah tiada...
Apakah kamu cukup membahagiakannya...
Apakah kamu pernah berfikir betapa besar pengorbanannya semenjak kamu berada di dalam perutnya.

SADARILAH bahwa di dunia ini tidak ada 1 orang pun yang mau mati demi ibu, tetapi... Beliau justru satu-satunya orang yang bersedia mati untuk melahirkan kita...

Ibu bukan tempat penititipan cucunya di saat anda jalan-jalan,
tetapi disaat beliau sudah tua dan tak bertenaga, yang beliau butuhkan sekarang adalah perhatian anda, datang dan hampiri dia, bertanyalah bagaimana kesehatannya saat ini dan dengarlah curhatnya, temani dia disaat dia membutuhkan anda, itu saja.
Beliau sudah bahagia sekali...
dan melupakan semua hutang anda kepadanya


Ya Allah ya Tuhanku
tolong panjangkan umur malaikatku tersayang, Ibu...
Bahagiakanlah dia sebagaimana dia telah membahagiakanku hingga detik ini...
Jagalah dia ya Allah...
Kasihi dia :)
Amiin ya rabbal allamin!


Jumat, 14 Oktober 2011

Bulus di Jimbung, Klaten

Bloggers, saya mau sharing lagi nih ya...
kali ini tentang tempat (bisa dibilang objek wisata sih) yang cukup menarik untuk dikunjungi. Letaknya tidak begitu jauh dari rumah nenek saya di daerah Klaten, Jawa Tengah, lebih tepatnya, selatan kota Klaten kurang lebih 6 km, di Desa Jimbung, Kecamatan Kalikotes.

Ketika masuk tempat tersebut, kita akan membaca papan bertuliskan
"Selamat Datang di Jimbung, Ki Poleng Bulus Jimbung"...



aneh ya namanya? Ki Poleng?

Gini lho legendanya,
Sendang Bulus Jimbung dihuni Kyai dan Nyai Poleng, yang pada waktu itu Kyai Poleng dan Nyai Poleng merupakan jelmaan dari abdi Dewi Mahdi yang telah disabda menjadi bulus yang hingga kini masih mendiami sendang tersebut. Adapun sendang ini dibuat oleh Pangeran Jimbung yang gagah perkasa dengan menancapkan tongkatnya,dan beliau bersabda bahwa kelak dikemudian hari sendang ini akan banyak didatangi orang yang akan memberi makan. Menurut legenda dan banyak orang yang telah berhasil,barang siapa ingin mencari kekayaan dengan jalan pintas/meminta bantuan Kepada Kyai Poleng dan Nyai Poleng kelak jika berhasil badan orang tersebut akan menjadi poleng seperti bulus jimbung.

So, emang katanya tempat ini juga dijadiin pesugihan lho. ckckck. Tapi saya dan keluarga ke sini cuma buat refreshing aja kok, namanya juga liburan.

Hm, kalo Bulus? Blogger tw gak apa sih bulus itu? Bulus itu sejenis kura-kura, kalo di-search di wikipedia sih, penjelasannya gini : Bulus  (Amyda cartilaginea) adalah sejenis labi-labi (kura-kura berpunggung lunak) anggota suku Trionychidae. Disebut berpunggung lunak karena sebagian perisainya terdiri dari tulang rawan dan tempurung punggungnya (karapas) dilapisi oleh kulit tebal dan licin. Dalam bahasa Inggris, hewan ini dikenal dengan nama Asiatic softshell turtle atau common softshell turtle.

Nah, kalo bulus yang ada di desa ini nih, konon katanya umurnya udah ratusan tahun. jadi ukurannya gede-gede banget! Ya, ga tau ya bener apa nggak. Yang penting, saya sangat menikmati rekreasi ini. hehehe.


Desa Wisata Jimbung dikenal sebagai Desa yang memiliki daya tarik spiritual utamanya pada hari raya Syawalan atau hari raya sesudah bulan puasa berakhir yaitu tepatnya H +7. Tapi waktu itu saya datengnya pas liburan bho! jadi, sepi-sepi aja di sana. :D 

Ketika masuk ke tempat tersebut, saya malah agak kaget. Lho? kok malah dijadiin tempat orang nyuci baju. ckckck. Kasian dong ya si bulusnya, airnya jadi tercemar sabun. Dan ketika masuk tempat tersebut, eeeh saya dan keluarga dibuntutin anak2 kecil. ckckck


Saya juga agak bingung, karena si bulus yang saya cari-cari itu ternyata gak ada. Eeeh, usut punya usut, om saya nanya ke warga sekitar, katanya kalau mau melihat si bulus, mesti dipancing dulu. *Ha? Dipancing?* Ya bukan dipancing kayak mancing ikan lah... wakaka. Jadi, kalau pengen si bulusnya keluar dari sarang, kita mesti bawa makanannya si bulus. Apa ya makanan si bulus?

Anak-anak kecil yang membuntuti saya tadi pun bilang ke ayah saya "sini pak beli makanannya sama saya saja. tak pancingke ben metu buluse" dan akhirnya setelah nego dan nego, anak-anak itupun keluar tempat tersebut lalu masuk lagi dengan membawa ayam rebus yang agak kuning2 itu lho. Ya, si bulusnya memang biasa suka keluar sarangnya kalo dikasih makanan seperti ayam atau ikan.

Dan anak2 kecil itu pun berhasil memancing si bulus buat keluar dari sarangnya :D



Daaan... ini dia si bulus yang ditunggu-tunggu. Gede juga ya! Sebenernya gak puas sih, karena ngeliatnya terhalang oleh air...



Foto ini saya ambil ketika saya liburan ke Klaten tahun 2007. Dan kabarnya, sekarang si bulus udah meninggal dunia, alias mati. Kematian si bulus yang dikeramatkan warga setempat itu membuat gempar warga. Dari situs Klaten Online menyebutkan, bulus yang beratnya mencapai satu kwintal tersebut kali pertama ditemukan mati sekitar pukul 12.30 WIB. Saat itu, kura-kura tersebut keluar dari sarang dalam posisi terbalik. Warga dan pengunjung mengangkat kura-kura ke tepi sendang.

Yah kasian si bulus.... Tapi untung saya sempet ngeliat kamu. hehehe

Minggu, 09 Oktober 2011

sebagai tim, kita harus solid

hallo blogger...
udh lama yah saya gak nambah2 entri di sini...
saya terlalu sibuk dengan dunia nyata sih ya...
dan kalaupun sempat buka dunia maya, saya hanya sebatas browsing dan ngecek twitter + fb doank.
memangnya apa aja sih kegiatan saya...?
heum, banyak banget bloggers...
salah satunya saya lagi disibukkan dengan KBGI 2011.



apa itu KBGI?
KBGI adalah Kontes Bangunan Gedung Indonesia ...
ya... sesuai dengan namanya, yg dilombakan di sini adalah miniatur bangunan gedung...
dan tema untuk tahun ini adalah "Rumah Kayu Bertingkat yang Berwawasan Lingkungan".

yups, jadi... di kampus saya telah dibentuk tim dan saya termasuk satu dari sepuluh orang dalam tim yang telah diberi tanggungjawab untuk mengikuti lomba ini.
sebenarnya saya bukan tim inti. tapi belajar menjadi tim inti di KBGI tahun berikutnya.
saya sendiri masih semester 3, sedangkan tim inti yang ikut adalah semester 5.
total tim adalah 10 orang dengan 4 orang semester 3 dan 6 orang semester 5.
yang menjadi tim inti adalah kak Pedri, kak Ryan, dan kak Renvia dari konsentrasi bangunan gedung. kakak2 yang lain yaitu kak Tia, kak Andika, dan kak Eka yang juga sekelas dengan kakak2 tim inti. sedangkan untuk semester 3, dari konsentrasi bangunan gedung adalah saya, Arif, dan Yusuf, serta dari konsentrasi transport adalah Anton.
ya. tiap pulang kuliah saya beserta teman2 berkumpul di bengkel untuk menyelesaikan miniatur tersebut.
hmmm. di tahun sebelum2nya, Politeknik Negeri Sriwijaya, kampus saya tercinta, telah meraih kategori keindahan pada KBGI 2009 dengan judul "Konstruksi Rumah Tahan Gempa dengan Sambungan Sunduk Kili" dan kategori terindah serta kontruksi terbaik di tahun 2010.
memang ya,... belum bisa mencapai tiga besar.
maka dari itu, kami berusaha untuk memberikan yang terbaik di ajang ini.

Hal-hal yang menjadi penilaian di kontes ini adalah:
1) Unsur Keindahan/Estetika/Lingkungan, dinilai dari keindahan dan keserasian bangunan gedung yang dihasilkan sesuai dengan fungsinya sebagai rumah tinggal 2 lantai dan yang mampu menampilkan unsur budaya Nusantara sesuai tema Kontes. Nilai estetika adalah nilai seni etnis dari proporsi tampak bangunan gedung dan kelengkapan yang memberi keindahan, kelengkapan elemen arsitektural bangunan gedung rumah tinggal 2 lantai. Unsur-unsur lainnya yang akan dinilai adalah kesesuaian/keandalan fungsi dari bangunan gedung/rumah, yang menyangkut antara lain aspek Operation (keselamatan, kesehatan, kenyamanan, kemudahan akses ke dalam gedung), kemudahan dalam Maintenance/pemeliharaan, kemudahan dalam Repair/perawatan/perbaikan termasuk penggantian komponen bangunan jika harus dilakukan dalam masa layan, serta pertimbangan terhadap kondisi lingkungan (aspek durabilitas agar bangunan tahan lama/awet).

2) K3 dan Lingkungan (K3&L), dinilai dari kelengkapan dan kepatuhan terhadap penggunaan peralatan dan pelaksanaan K3, dan kebersihan bahan dan alat kerja serta kebersihan lingkungan kerja selama pelaksanaan pengkonstruksian model bangunan.

3) Kesesuaian Implementasi terhadap Rancangan, dinilai dari unsur-unsur berat bangunan, simpangan horisontal dan waktu konstruksi yang ditinjau dari hasil perencanaan dan kondisi aktual. Total berat bangunan adalah berat rangka bangunan gedung, alat sambung dan pendukung kekuatan juga termasuk lantai ditambah dengan hukuman kelebihan berat. Peralatan dan poster tidak termasuk dalam perhitungan berat bangunan gedung. Waktu pelaksanaan adalah nilai jumlah waktu pelaksanaan konstruksi dan perakitan ditambah dengan hukuman kelebihan waktu.

4) Kinerja Struktural, dinilai dari besaran simpangan horisontal dan berat bangunan antara nilai aktual terhadap nilai yang ditetapkan (batasan ijin) dalam buku Panduan Kontes. Kekakuan optimum didasarkan pada keakurasian antara nilai simpangan di dalam desain awal dengan nilai simpangan pada hasil pengujian beban, dan yang tidak melebihi simpangan ijin.

5) Metoda Pelaksanaan Konstruksi, dinilai dari peralatan untuk pengkonstruksian (erection) yang dipergunakan, cara penggunaan peralatan konstruksi, sistem sambungan antar elemen struktur, dan kelogisan dan kewajaran dari tahapan pengkonstruksian serta kebersamaan/kerjasama tim dalam bekerja. Metoda pelaksanaan konstruksi hendaknya mengacu sedekat mungkin dengan tahapan pelaksanaan konstruksi pada kondisi bangunan prototype. Selain itu, unsur yang dinilai juga meliputi proporsionalitas dan bentuk dari struktur atas, kelengkapan bangunan gedung, prinsip-prinsip struktur bangunan, sistem sambungan antar elemen struktur, keserasian penamaan, kelengkapan alat kerja, dan melaksanakan SOP sesuai yang disajikan di dalam Gambar Metoda Pelaksanan Konstruksi.

berikut adalah ketentuan bangunan :
1) Jenis bangunan gedung : Rumah Tinggal Rangka Kayu 2 lantai Tahan Gempa
2) Ukuran luar/denah gedung : 100 cm x 150 cm.
3) Tinggi bangunan : Tinggi antar lantai 60 cm, tinggi bangunan 2 lantai.
4) Lantai dasar : Multiplek t = 12 mm.
Lantai 1 (satu) : Multiplek t = 6 mm.
5) Landasan/Dudukan : Tempat bangunan berdiri (disediakan oleh Panitia).
6) Bahan Konstruksi : Kayu kelas 2 (semua elemen struktur HARUS berbahan kayu, kecuali alat sambung dimungkinkan bukan berasal dari bahan kayu).
7) Tebal dinding : 3 mm (multiplek t = 3 mm).
Jarak antar dinding 50 cm.
8 ) Sambungan : paku, rivet (paku keling), pasak atau baut (tidak diperkenankan menggunakan plat sambung dari plat baja).
9) Bukaan pada dinding : luas minimum bukaan adalah 20% dari luas dinding. Bukaan pada masing-masing dinding luar adalah pada 1 sisi, atau 2 sisi untuk ruangan di sudut. Bukaan harus betul-betul secara fisik berupa bukaan, bukan gambar atau obyek tempelan.
10) Penutup atap bangunan : bebas (bentuk sesuai dengan daerah masing-masing), berbahan triplek t = 3 mm. Rangka kuda-kuda dari atap tidak boleh dalam bentuk kuda-kuda ruang 3D, namun boleh (disiapkan) dalam bentuk rangka kuda-kuda bidang (2D).
11) Jarak antar kolom : 50 cm.
12) Komponen lantai pada tingkat 2 harus terurai dengan minimal 1 elemen lantai per ruangan (tidak boleh dibuat menerus sekaligus).
13) Tidak diperkenankan menggunakan elemen tie beam (sloof, balok pengikat) pada bagian pondasi bangunan.
14) Tidak diperbolehkan memasang bresing (bracing) yang menghalangi bukaan (pintu dan jendela).
15) Dimensi maksimum penampang kolom adalah 40mm x 40mm.
16) Dimensi maksimum penampang balok adalah 30mm x 40mm.
17) Seluruh komponen struktur harus dibuat betul-betul terurai sebelum dirakit/dikonstruksi.
18) Beban layan (uji) pada desain untuk model bangunan gedung adalah berupa beban statik horizontal bertahap dengan nilai maksimum 75 kg (= 5 x 15 kg), yang dikenakan pada elevasi 110 cm yang diukur dari permukaan atas lantai dasar.

Dalam pengujian pembebanan terhadap model bangunan gedung, pembebanan dilakukan dengan beban statik horizontal yang dikenakan pada balok ring, dan dalam arah lebar (arah pendek) bangunan. Blok-blok beban disediakan oleh Panitia.
Pembacaan kinerja struktural bangunan gedung dilakukan terhadap nilai simpangan horizontal rata-rata yang terjadi yang dicatat pada 2 (dua) dial gauge/transducer yang dipasang pada bangunan. Bangunan akan dibebani secara bertahap 5 @ 15 kg. Dengan demikian beban total maksimum 75 kg. Kemudian dicatat besaran simpangan pada setiap akhir tahapan pembebaban. Bilamana simpangan yang terjadi/terukur telah melebihi 3,0 mm, maka proses pembebanan tahap selanjutnya akan dihentikan.

yaa... kami berusaha untuk memenuhi kriteria2 tersebut, dan seterusnya kami berusaha dengan bantuan ikhtiar, doa, motivasi, serta semangat dari sekeliling kami terutama ayah dan ibu :)
heum, mudah2an bisa masuk kategori dan mudah2an bisa mencomot salah satu dari tiga besar penghargaan yang diberikan. amiin.

Jumat, 30 September 2011

My Colleger Friends




Bloggers, saya mw berbagi gambar alias foto nih. Foto ini adalah foto teman2 sekelas saya di kampus... :)
teman2 sekelas saya yang bagi saya hubungan persaudaraannya begitu erat, bahkan terasa seperti keluarga.
Saya dan teman2 menyebutnya "SB Family" :) karena kami bertemu pertama kalinya di kelas 1 SB (sipil-B) di kampus saya dan kami sekelas hingga kelas 2 (semester 2).

SB Family
Entah, rasanya kami benar2 merasa begitu dekat seperti kakak dan adik. Bila yang satu ada masalah, kami pecahkan dan mencari jalan keluar ber-sama2. Benar2 saya ingat ketika dosen memberikan tugas, selaaaluu bersama. Walaupun ada yang sudah selesai, pokoknya ngumpulnya barengan. Sesuai dengan namanya : 2SB = Susah Senang Bersama. Kami saling membantu satu sama lain, ya kecuali kalau ujian. :)

Kelas SB meninggalkan kesan yang benar2 berharga bagi saya. Terutama bagi empat orang teman dekat saya... Dekat, karena sebangku, dan bangkunya terletak berdekatan, sehingga pertemanan kami menjadi cukup erat.



Ada satu teman saya yang benar2 polos dan bener2 baik hatinya. Namanya "Novitasari" :) Saya biasa memanggilnya "Piiie"... Banyak yang bilang saya dan Pie mirip, seperti kakak dan adik. Termasuk adik saya sendiri yang bilang gitu. Dan ketika itu, saya dan Pie memang selalu jalan keluar kelas seperti ke kantin atau ke perpus ber-sama2. Pie orangnya benar2 penuh perhatian kepada sesama. Ramah banget! Dia apa adanya, gak neko-neko, gak pamrih menolong, ikhlas banget deh pokoknya. Dia bisa dipercaya untuk hal apapun. Jujur, saya kagum dengan ketulusan dan kesederhanaan Pie :)


Trus, ada lagi teman yang cukup dekat, namanya "Rizky Aptriadi Hidayat"... Biasa saya memanggilnya "ikik". Saya sudah berteman cukup lama dengan dia, karena ketika kelas 1 SMA, saya pernah sekelas dengan dia. Nah, kalau yang ini, dia berprofesi sebagai supir SB. hehe :D agak gimana gitu yah. Dia juga baik banget dan polos! Kalau pergi ke kampus, bawa mobil Kuda silver... Saking baiknya, dia jarang nolak kalau dimintai tolong nganter2 temen2 SB. Misalnya, temen2 kami yang cewe' mo belanja bareng, dia bersedia kok nganter. hahhaa. Ikik humoris! Dia juga seneng ngelucu. Kalau saya, Pie, Ikik berkumpul... ladas... bakal kelewatan banget, sampe renggang otot2 capek, dan bibir makin lebar karena ketawa.

Ohya, Ada satu lagi teman sebangku Ikik, namanya "Muhammad Idham Fahmi". Panggilan yang saya berikan ke dia adalah "Koko" :D karena dia imut2 baby face kayak orang chinese gituuuh. Koko ini juga sama kayak Ikik. Suka ngelucu. Baik juga... tapi kalau yang ini nggak polos. hehehe. Kalau dia polos, gak akan jadi ketua kelas 1 SB dia. Dia juga pernah se-SMA dengan saya. Tapi saya baru kenal ya pas kuliah. haha *dasar* Nah, kalau kami bertiga sudah digabung dengan si Koko, wah... lebih lagi ladas-nya. Tapi, saya lebih sering ter-diam. karena kalau udah gabung, mereka banyak ngomongin bola T_T dan saya agak kurang ilmu tentang bola. wakaka

Pie, Ikik, dan Koko bagi saya adalah partner sejati. Mengapa? Kami sudah saling tau jeleknya masing2. Udah gak canggung2 lagi dalam bertindak. Yang paling berkesan, mereka-lah yang membuat saya menjadi semakin semangat dalam membagi ilmu. Hal yang paling tidak saya lupakan dari mereka adalah ketika belajar bersama2... it's unforgettable memory, friends :)

Saya bersyukuurr banget punya teman2 seperti mereka. :)
hiks, sumpah, ketika menulis artikel ini, saya benar2 menahan airmata saya agar tidak terjatuh.
saya rindu kebersamaan dengan mereka seperti dulu.

"saya, koko, ikik, dan pie"

Sekarang, kami berempat sudah tidak berada dalam satu kelas lagi. Saya dijuruskan ke konsentrasi Bangunan Gedung, Koko ke bangunan Air, sedangkan Pie dan Ikik ke Transportasi.

Kami berempat pernah buat janji, kalau suatu ketika kita udah sukses, kita bakal ketemuan di tempat yang paling mewah di dunia...
mudah2an dikabulkan ya. Amiin.

I Love you All friends :)

Selasa, 06 September 2011

Bu Asih

Hi bloggers, saya mau sharing tentang cerpen yang pernah saya buat di zaman saya ketika SMP. hehehe. entah gimana, saya buka-buka folder saya ketika smp dan saya menemukan cerpen saya ini. setelah saya baca lagi, hm... kok ak bisa ya buat yang beginian? hahaha *otak masih bersih sih ya*

BU ASIH
Ibu Asih adalah seorang wanita yang sangat tegar. Rambutnya yang mulai memutih tak mematahkan semangatnya untuk tetap hidup. Walaupun ia tinggal sendiri di rumah kecil di Kampung Selayur, ia tetap sabar dan tak pernah mengeluh. Semua tetangganya menghormati dirinya sebagai sesepuh di kampung itu. Mereka juga memperhatikan dan mempedulikan dirinya. Namun tidak untuk anak-anaknya.

Sebenarnya ia memiliki 3 orang anak. Ia sangat menyayangi anak-anaknya tersebut. Danu, Aris, dan Santi, itulah anak-anak Bu Asih. Mengapa ia tinggal sendiri? Ke mana anak-anaknya? Waktulah yang mengubah suatu peristiwa 5 tahun yang lalu menjadi semakin cepat. Peristiwa yang membuat ia menjadi terpisah dengan suaminya, dan ketiga anaknya, dan hidup sendiri.

Danu berhenti sekolah di kelas 2 SMP ketika ayahnya meninggal. Aris juga turut berhenti saat ia masih duduk di bangku kelas 5 SD. Sedangkan Santi belum lahir saat itu. Ia masih berumur 6 bulan dalam kandungan. Suami Bu Asih, Pak Diman, meninggal karena ditabrak mobil truk yang melintas di depannya saat ia akan berangkat kerja sebagai guru sekolah dasar.

Ibu Asih sendiri, sebelum Pak Diman meninggal, bekerja sebagai pemetik daun teh. Hitung-hitung untuk turut mencukupi kebutuhan keluarga daripada menganggur saja di rumah. Danu dan Aris juga sudah bisa diandalkan untuk memasak, mencuci baju, dan keperluan lainnya. Kehidupan keluarga Bu Asih sangat bahagia saat itu. Apalagi ketika dikabarkan Bu Asih sedang mengandung anak ketiganya. Bu Asih dan Pak Diman sangat berharap dapat memiliki anak perempuan karena anak pertama dan kedua mereka laki-laki.

Ketika Pak Diman akan berangkat kerja, sebelum kematiannya, Bu Asih sudah merasakan adanya firasat buruk yang akan menimpa suaminya. Namun hal itu disimpan Bu Asih dalam-dalam untuk menghilangkan kecemasannya kepada suaminya. Pak Diman pun berangkat ke kerja. Dan benar saja, di jalan, Pak Diman kecelakaan. Tentu hati Bu Asih sangat terpukul dengan berita itu. Bu Asih benar-benar tak habis pikir dengan firasat buruknya tadi.

Kini Bu Asihlah yang menjadi kepala keluarganya. Menjelang saat-saat kelahiran anak ketiganya, ia terus saja bekerja untuk mendapatkan nafkah bagi keluarganya. Bu Asih memikirkan, apabila ia hanya mengandalkan asuransi dari suaminya. Apalagi ia juga butuh biaya untuk kelahiran anaknya. Sehingga ketika di kebun teh, hampir saja ia mengalami keguguran, apabila tidak ada seorangpun yang mengetahui dirinya sudah tergeletak di tanah. Minah, karyawati sebayanya, meminta pertolongan. Bu Asih dan Santi pun bisa diselamatkan.

Dua puluh tahun pun berlalu. Santi sudah remaja. Danu dan Ari sudah dewasa. Bu Asih pun semakin tua. Ia masih bekerja sebagai pemetik teh. Santi membantu ibunya dengan berjualan kue apem sejak berumur 10 tahun. Danu dan Aris tidak ada yang berusaha untuk bekerja. Semakin lama, kelakuan mereka semakin kasar. Danu sering menuntut meminta uang dari ibunya. Aris juga sering mencuri uang hasil jualan adiknya. Mereka menggunakannya untuk berfoya-foya dan berjudi. Bahkan Bu Asih sering menerima perlakuan kasar dari kedua anak laki-lakinya itu, apalagi Santi.

Mental Santi semakin terganggu, dan ia menjadi gila. Bu Asih semakin sengsara. Tiap hari ia bekerja keras bahkan melembur untuk mendapatkan hasil yang lebih banyak dari biasanya. Hingga suatu ketika, Bu Asih jatuh sakit. Tubuhnya kurus kering. Wajahnya semakin pucat. Matanya sayu dan tak bertenaga lagi. Sesekali ia sesenggukan menangis, mengingat semua perilaku anak-anaknya. Ia menyesali perbuatan anak-anaknya itu. Ia selalu berdoa pasrah kepada Tuhan Yang Kuasa. Bu Asih sendiri masih dapat bertahan karena banyak tetangganya yang kasihan, sering mengantarkan serantang makanan sehingga Bu Asih tidak repot.

Karena gangguan kejiwaannya tadi, Santi pun pergi entah ke mana. Bagaimana dengan Danu dan Aris? Mereka masih tinggal dengan Bu Asih. Perlakuannya tetap saja buruk. Hingga suatu waktu, warga mendatangi rumah Bu Asih. Mereka menuntut untuk mengusir Danu dan Aris untuk pergi dari kampung tersebut.

Perlakuan mereka yang suka judi dan berfoya-foyalah membuat warga kampung resah. Danu dan Aris ketakutan. Mereka meminta pertolongan dengan Bu Asih. Bu Asih sudah berusaha membela, namun tidak bisa. Bu Asih tak dapat membela mereka karena ia sendiri sakit-sakitan dan tak kuat lagi apabila harus berbicara panjang lebar dan menghadapi amuk warga. Warga pun juga tak ada yang peduli, yang mereka inginkan adalah Danu dan Aris harus pergi. Dan kemudian Danu dan Aris pun pergi entah ke mana.

Lengkap sudah penderitaan Bu Asih. Kini ia tidak tahu lagi bagaimana hidupnya. Fisik yang semakin lemah membuatnya tidak dapat bekerja lagi. Lama-kelamaan, warga juga menyesal atas perlakuan mereka dan merasa iba terhadap Bu Asih. Mereka berusaha untuk mengurusi dirinya. Warga juga memberikan kepercayaan kepada Bu Asih untuk menjaga masjid yang letaknya berada sekitar 2 rumah dari rumahnya.

Bu Asih terduduk kaku di kursi teras rumahnya. Ia menatap kosong ke depan. Mengingat masa lalu dirinya yang tidak seharusnya seperti itu. Dalam lubuk hatinya, ia masih sangat ingin berada di tengah-tengah keluarganya. Mendengar tawa anak-anaknya dan menjabat tangan suami sebelum berangkat bekerja. Mukanya yang semakin keriput pun dibasahi oleh beberapa tetes air mata yang keluar dari pelupuk matanya.

Senja pun tiba. Ia berjalan tertatih menuju ke masjid dengan disangga oleh sebuah tongkat kayu yang terlihat sudah agak rapuh di tangan sebelah kirinya. Di tangan kanannya terdapat serangkaian kunci, kunci untuk membuka pintu masjid. Dan azan pun tiba. Dalam doanya, ia berharap di manapun putra-putrinya berada, selalu dalam perlindungan Tuhan. Bu Asih juga berharap agar kelak di dunia keduanya, ia dapat berkumpul bahagia kembali dengan suami dan anak-anaknya.

Rabu, 17 Agustus 2011

Cermin Seekor Burung

Saya ada sekelumit cerita yang mungkin bisa para bloggers jadikan bahan renungan untuk diri sendiri... cerita ini saya dapatkan dari orang yang saya segani sebagai guru saya :)


Ketika musim kemarau baru saja mulai. Seekor burung pipit mulai merasakan tubuhnya kepanasan, lalu mengumpat pada lingkungan yang dituduhnya tidak bersahabat. Dia lalu memutuskan untuk meninggalkan tempat yang sejak dahulu menjadi habitatnya, terbang jauh ke utara, mencari udara yang selalu dingin dan sejuk.


Benar, pelan pelan dia merasakan kesejukan udara, makin ke utara makin sejuk, dia semakin bersemangat memacu terbangnya lebih ke utara lagi.

Terbawa oleh nafsu, dia tak merasakan sayapnya yang mulai tertempel salju, makin lama makin tebal, dan akhirnya dia jatuh ke tanah karena tubuhnya terbungkus salju.

Sampai ke tanah, salju yang menempel di sayapnya justru bertambah tebal. Si burung pipit tak mampu berbuat apa apa, menyangka bahwa riwayatnya telah tamat.


Dia merintih menyesali nasibnya. Mendengar suara rintihan, seekor kerbau yang kebetulan lewat menghampirinya. Namun si burung kecewa mengapa yang datang hanya seekor kerbau. Dia menghardik si kerbau agar menjauh dan mengatakan bahwa makhluk yang tolol tak mungkin mampu berbuat sesuatu untuk menolongnya.

Si kerbau tidak banyak bicara, dia hanya berdiri, kemudian kencing tepat di atas burung tersebut. Si burung pipit semakin marah dan memaki maki si kerbau. Lagi-lagi si kerbau tidak bicara, dia maju satu langkah lagi, dan mengeluarkan kotoran ke atas tubuh si burung. Seketika itu si burung tidak dapat bicara karena tertimbun kotoran kerbau. Si Burung mengira lagi bahwa mati tak bisa bernapas.

Namun perlahan lahan, dia merasakan kehangatan, salju yang membeku pada bulunya pelan-pelan meleleh oleh hangatnya tahi kerbau, dia dapat bernapas lega dan melihat kembali langit yang cerah. Si burung pipit berteriak kegirangan, bernyanyi keras sepuas puasnya.

Mendengar ada suara burung bernyanyi, seekor anak kucing menghampiri sumber suara, mengulurkan tangannya, mengais tubuh si burung dan kemudian menimang nimang, menjilati, mengelus dan membersihkan sisa-sisa salju yang masih menempel pada bulu si burung. Begitu bulunya bersih, si burung bernyanyi dan menari kegirangan, dia mengira telah mendapatkan teman yang ramah dan baik hati.

Namun apa yang terjadi kemudian, seketika itu juga dunia terasa gelap gulita bagi si burung, dan tamatlah riwayat si burung pipit ditelan oleh si kucing.

Hmm… tak sulit untuk menarik garis terang dari kisah ini, sesuatu yang acap terjadi dalam kehidupan kita: halaman tetangga tampak selalu lebih hijau, penampilan acap menjadi ukuran, yang buruk acap dianggap bencana dan tak melihat hikmah yang bermain di sebaliknya, dan merasa bangga dengan nikmat yang sekejap. Burung pipit itu adalah cermin yang memantulkan wajah kita…

iya atau tidak? tergantung dari suara hati bloggers menjawab apa. :)

Senin, 11 Juli 2011

Perawatan Orthodonti dalam Islam


Hi, Bloggers! What's up ? Saya lagi punya masalah nih dengan gigi. Gigi saya agak gigis sedikit gara2 lupa kontrol ke dokter gigi. Jadi gigi saya agak berlubang deh. Huhuhu... Pengennya nanti cepet2 konsul ke dokter yang biasa menangani gigi saya, tapi... saya masih mencari waktu yang pas supaya tidak bertabrakan dengan jadwal saya kuliah. :-< karena biasanya dokter langganan saya praktek pagi hari jam 8. sampe jam 12, sedangkan saya kuliah dari jam 7 sampe jam 1. huhuhh.


Nah, pengennya sih sehabis seluruh gigi saya dikontrol, Ibu saya menyarankan untuk di-behel alias dikawat, atau dalam bahasa kedokteran gigi yaitu "Orthodonti" karena gigi saya kurang rapi. Tapi saya bener2 masih ragu2 mau pasang kawat, karena banyak yang bilang dikawat itu haram ... gak boleh merubah ciptaan Tuhan. Hfft. Sempet ciut denger itu... Tapi... setelah saya googling2... eh ketemu nih artikel :

Perawatan Orthodonti dalam Islam


Sejarah Perawatan Orthodonti
Berbicara mengenai sejarah ilmu orthodonti maka akan sama tuanya dengan sejarah ilmu kedokteran gigi serta cabang-cabang ilmu kedokteran gigi yang lain seperti ilmu penambalan gigi dan ilmu pembuatan gigi tiruan. Hippocrates termasuk salah satu orang yang berpendapat mengenai kelainan pada tengkorak kepala dan wajah (kraniofasial) : “Di antara kelompok manusia terdapat orang dengan bentuk kepala yang panjang, sebagian memiliki leher yang lebar dengan tulang yang kuat. Yang lainnya memiliki langit-langit (palatum) yang dalam dengan susunan gigi yang tidak teratur, berjejal satu sama lain dan hal itu berhubungan dengan sakit kepala dan gangguan keseimbangan.” Sedangkan Celcus pada tahun 25 SM mengemukakan teori: “Gigi dapat digerakkan dengan memberikan tekanan dengan tangan.” Peralatan sederhana yang didesain untuk mengatur gigi geligi telah ditemukan oleh para arkeolog di makam-makam kuno bangsa Mesir, Yunani, dan Suku Maya di Meksiko.

Pengertian Orthodonti
Arti harafiah orthodonti sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu orthos yang berarti lurus dan dons yang berarti gigi. Istilah orthodonti sendiri digunakan pertama kali oleh Le Foulon pada tahun 1839. Ilmu orthodonti sebagai suatu ilmu pengetahuan seperti yang kita kenal dewasa ini barulah kira-kira 50 tahun yang lalu dan lambat laun berkembang terus sehingga seolah-olah menjadi bidang spesialisasi dalam kedokteran gigi. Pada zaman dahulu yaitu 60 hingga 70 tahun yang lalu ilmu orthodonti memang sudah dikenal seperti halnya dengan ilmu penambalan gigi dan pembuatan gigi tiruan, tetapi konsepnya berbeda dengan konsep ilmu orthodonti yang sekarang. Jika dulu yang dipentingkan hanyalah masalah mekanis saja, dalam arti penggunaan alat-alat untuk meratakan susunan gigi yang tidak rata, sekarang masalah biologis juga turut menjadi perhatian.
Maksud dan tujuan dari perawatan orthodonti sendiri ada beberapa macam yaitu:

1. Menciptakan dan mempertahankan kondisi rongga mulut yang sehat

2. Memperbaiki cacat muka, susunan gigi geligi yang tidak rata, dan fungsi alat-alat pengunyah agar diperoleh bentuk wajah yang seimbang dan penelanan yang baik

3. Memperbaiki cacat waktu bicara, waktu bernafas, pendengaran, dan mengembalikan rasa percaya diri seseorang

4. Menghilangkan rasa sakit pada sendi rahang akibat gigitan yang tidak normal

5. Menghilangkan kebiasaan buruk, seperti; menghisap ibu jari, menggigit-gigit bibir, menonjolkan lidah, bernafas melalui mulut

Dari pemaparan di atas, maka dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa tujuan perawatan orthodonti adalah untuk memperbaiki fungsi pengunyahan yang normal. Untuk itu, upaya yang dilakukan adalah dengan merapikan susunan gigi serta mengembalikan gigi geligi pada fungsinya yang optimal. Upaya merapikan susunan gigi geligi ini nantinya tidak akan terlepas dari pelibatan gigi geligi itu sendiri, jaringan lunak mulut, tulang wajah, dan jaringan lunak wajah. Dengan demikian didapatkannya suatu keharmonisan wajah adalah salah satu implikasi yang dapat diperoleh dari perawatan orthodonti.

Macam-Macam Perawatan Orthodonti

Secara umum menurut alat yang digunakan, perawatan orthodonti dibagi menjadi dua macam yaitu orthodonti lepasan [removable appliances] dan orthodonti cekat [fixed appliances]. Alat orthodonti lepasan umumnya digunakan pada kasus-kasus yang tidak terlalu sulit dan tidak membutuhkan pencabutan gigi. Karena keterbatasannya, biasanya alat orthodonti lepasan yang terbuat dari bahan akrilik ini, jarang digunakan oleh pasien-pasien dewasa.

Berbeda dengan alat orthodonti lepasan, alat orthodonti cekat memiliki indikasi perawatan yang lebih luas. Alat orthodonti cekat dapat digunakan untuk segala usia, bahkan usia lanjut sekalipun bila kondisi tulang penyangga giginya masih memungkinkan. Alat ini terdiri dari seutas kawat [terbuat dari campuran logam Nikel dan Titanium yang memiliki sifat tahan karat dan sangat lentur dengan ukuran yang berbeda-beda tergantung kebutuhan], bracket [penopang kawat yang ditempelkan pada gigi, dapat terbuat dari logam, keramik, dan plastik], dan cincin karet warna-warni. Karena alat orthodonti cekat ini ditempelkan pada gigi selama perawatan, maka pasien harus dapat menjaga kebersihan mulut sebaik mungkin agar tidak menimbulkan masalah gigi dan mulut yang lainnya.

Orthodonti Menurut Islam

Dengan melihat berbagai faktor penyebab dan kebutuhan penanganan secara orthodonti, maka hal tersebut diperbolehkan dalam Islam, baik sebagai pasien maupun dokter gigi yang menanganinya, bahkan hal ini sangat dianjurkan dan dapat bernilai ibadah. Sebab, Islam menganjurkan untuk berobat bila terjadi kelainan dan ketidaknormalan pada fisik dan psikis. Bukankah Islam sangat memperhatikan kesehatan seperti telah difirmankan ALLAH dalam Al-Qur’an?

Namun, belakangan ini tampaknya timbul suatu fenomena di mana penggunaan kawat gigi sebagai suatu tren tersendiri khususnya di kalangan kaum perempuan. Hal ini disebabkan karena mereka sekedar ingin bergaya dan bahkan terkadang karena ingin menunjukkan status ekonomi, meskipun sebenarnya kebanyakan dari mereka tidak perlu menggunakannya karena kondisi gigi yang normal. Untuk hal ini, pemasangan alat orthodonti cekat pada pasien yang sebetulnya tidak butuh perawatan sebetulnya merupakan perbuatan yang sia-sia, tidak perlu, termasuk mubazir. Sebab, biasanya rata-rata waktu perawatan orthodonti cukup lama tergantung tingkat keparahannya dengan biaya yang tidak sedikit. Jika perawatan orthodonti digunakan dengan tujuan yang seperti disebutkan di atas tadi, maka hal ini termasuk kepada hal yang berlebih-lebihan [israf] yang dibenci oleh ALLAH [QS. Al-Mu’minun : 64-5, QS. Al-Isra’ : 26-7]. Jadi, semuanya kembali lagi pada niat dan tujuan dari perawatan orthodonti itu sendiri. Wallahu’alam bishshawab.


Dari : http://muslimahui.my-php.net

Senin, 27 Juni 2011

Kadar Air

Air mempunyai fungsi yang penting dalam tanah. Antara lain pada proses pelapukan mineral dan bahan organik tanah, yaitu reaksi yang mempersiapkan hara larut bagi pertumbuhan tanaman. Selain itu, air juga berfungsi sebagai media gerak hara ke akar-akar tanaman. Akan tetapi, jika air terlalu banyak tersedia, hara-hara dapat tercuci dari daerah-daerah perakaran atau bila evaporasi tinggi, garam-garam terlarut mungkin terangkat kelapisan tanah atas. Air yang berlebihan juga membatasi pergerakan udara dalam tanah, merintangi akar tanaman memperoleh O2 sehingga dapat mengakibatkan tanaman mati.

Kandungan air tanah dapat ditentukan dengan beberapa cara. Sering dipakai istilah-istilah nisbih, seperti basah dan kering. Kedua-duanya adalah kisaran yang tidak pasti tentang kadar air sehingga istilah jenuh dan tidak jenuh dapat diartikan yang penuh terisi dan yang menunjukkan setiap kandungan air dimana pori-pori belum terisi penuh. Jadi yang dimaksud dengan kadar air tanah adalah jumlah air yang bila dipanaskan dengan oven yang bersuhu 105oC hingga diperoleh berat tanah kering yang tetap.

Dua fungsi yang saling berkaitan dalam penyediaan air bagi tanaman yaitu memperoleh air dalam tanah dan pengaliran air yang disimpan ke akar-akar tanaman. Jumlah air yang diperoleh tanah sebagian bergantung pada kemampuan tanah yang menyerap air cepat dan meneruskan air yang diterima dipermukaan tanah ke bawah. Akan tetapi jumlah ini juga dipengaruhi oleh faktor-faktor luar seperti jumlah curah hujan tahunan dan sebaran hujan sepanjang tahun.

Air terdapat di dalam tanah Alfisol ditahan (diserap) oleh massa tanah, tertahan oleh lapisan kedap air, atau karena keadaan drainase yang kurang baik. Baik kelebihan air ataupun kekurangan air dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Fungsi air tanah yaitu sebagai pembawa unsur hara dalam tanah serta keseluruhan bagian tanaman. Kadar air selalu berubah sebagai respon terhadap faktor-faktor lingkungan dan gaya gravitasi. Karena itu contoh tanah dengan kadar air harus disaring, diukur, dan biasanya satu kali contoh tanah akan dianalisis untuk penerapan suatu sifat. (Hakim, dkk., 1986).

Jumlah air yang ditahan oleh tanah dapat dinyatakan atas dasar berat dan isi. Begitupula pada tanah Alfisol pada umunya, dasar penentuannya adalah pengukuran kehilangan berat dari suatu contoh tanah yang lebih lembab setelah dikeringkan pada suhu 105oC selama 24 jam. Kehilangan berat sama dengan berat air yang terdapat dalam contoh tanah. Kadar air (0) dihitung secara gravimetrik dengan satuan g / g, yaitu berat air yang terdapat di dalam suatu massa tanah kering (0 = tanah lembab-berat kering oven). (Pairunan, dkk., 1985)

Kadar air dalam tanah Alfisol dapat dinyatakan dalam persen volume yaitu persen volume air terhadap volume tanah. Cara ini mempunyai keuntungan karena dapat memberikan gambaran tentang ketersediaan air pada pertumbuhan pada volume tanah tertentu. Cara penetapan kadar air tanah dapat digolongkan dengan beberapa cara penetapan kadar air tanah dengan gravimetrik, tegangan atau hisapan, hambatan listrik dan pembauran neutron. (Hardjowigeno, S., 1992).

Daya pengikat butir-butir tanah Alfisol terhadap air adalah besar dan dapat menandingi kekuatan tanaman yang tingkat tinggi dengan baik begitupun pada tanah Inceptisol dan Vertisol, karena itu tidak semua air tanah dapat diamati dan ditanami oleh tumbuhan. (Syarief, 1998).
Faktor tumbuhan dan iklim mempunyai pengaruh yang berarti pada jumlah air yang dapat diabsorpsi dengan efisien tumbuhan dalam tanah. Kelakukan akan ketahanan pada kekeringan, keadaan dan tingkat pertumbuhan adalah faktor tumbuhan yang berarti.
Temperatur dan perubahan udara merupakan perubahan iklim dan berpengaruh pada efisiensi penggunaan air tanah dan penentuan air yang dapat hilang melalui saluran evaporasi permukaan tanah. Diantara sifat khas tanah yang berpengaruh pada air tanah yang tersedia adalah hubungan tegangan dan kelembaban, kadar garam, kedalaman tanah, strata dan lapisan tanah. (Buckman dan Brady, 1982).

Banyaknya kandungan air tanah berhubungan erat dengan besarnya tegangan air (moisture tension) dalam tanah tersebut. Kemampuan tanah dapat menahan air antara lain dipengaruhi oleh tekstur tanah. Tanah-tanah yang bertekstur kasar mempunyai daya menahan air yang lebih kecil dari pada tanah yang bertekstur halus. Pasir umumnya lebih mudah kering dari pada tanah-tanah bertekstur berlempung atau liat. (Hardjowigeno, S., 1992).
Menurut Hanafiah (2005) bahwa air merupakan komponen penting dalam tanah yang dapat menguntungkan dan sering pula merugikan.

Beberapa peranan yang menguntungkan dari air dalam tanah adalah:
(1) sebagai pelarut dan pembawa ion-ion hara dari rhizosfer ke dalam akar tanaman.
(2) sebagai agen pemicu pelapukan bahan induk, perkembangan tanah, dan differensi horison.
(3) sebagai pelarut dan pemicu reaksi kimia dalam penyediaan hara, yaitu dari hara tidak tersedia menjadi hara yang tersedia bagi akar tanaman.
(4) sebagai penopang aktivitas mikrobia dalam merombak unsur hara yang semula tidak tersedia menjadi tersedia bagi akar tanaman.
(5) sebagai pembawa oksigen terlarut ke dalam tanah.
(6) sebagai stabilisator temperatur tanah.
(7) mempermudah dalam pengolahan tanah.

Selain beberapa peranan yang menguntungkan diatas, air tanah juga menyebabkan beberapa hal yang merugikan, yaitu:
(1) mempercepat proses pemiskinan hara dalam tanah akibat proses pencucian (perlin-dian/leaching) yang terjadi secara intensif.
(2) mempercepat proses perubahan horizon dalam tanah akibat terjadinya eluviasi dari lapisan tanah atas ke lapisan tanah bawah.
(3) kondisi jenuh air menjadikan ruang pori secara keseluruhan terisi air sehingga menghambat aliran udara ke dalam tanah, sehingga mengganggu respirasi dan serapan hara oleh akar tanaman, serta menyebabkan perubahan reaksi tanah dari reaksi aerob menjadi reaksi anaerob.

Hubungan tekstur tanah dan kadar air. Tekstur tanah yang berbeda mempunyai kemampuan menahan air yang berbeda pula. Tanah bertekstur halus, contohnya: tanah bertekstur liat, memiliki ruang pori halus yang lebih banyak, sehingga berkemampuan menahan air lebih banyak. Sedangkan tanah bertekstur kasar, contohnya: tanah bertekstur pasir, memiliki ruang pori halus lebih sedikit, sehingga kemampuan manahan air lebih sedikit pula.

Menurut Hardjowigeno (1992) bahwa air terdapat dalam tanah karena ditahan (diserap) oleh massa tanah, tertahan oleh lapisan kedap air, atau karena keadaan drainase yang kurang baik. Air dapat meresap atau ditahan oleh tanah karena adanya gaya-gaya adhesi, kohesi, dan gravitasi. Karena adanya gaya-gaya tersebut maka air dalam tanah dapat dibedakan menjadi:
(1) Air hidroskopik, adalah air yang diserap tanah sangat kuat sehingga tidak dapat digunakan tanaman, kondisi ini terjadi karena adanya gaya adhesi antara tanah dengan air. Air hidroskopik merupakan selimut air pada permukaan butir-butir tanah.
(2) Air kapiler, adalah air dalam tanah dimana daya kohesi (gaya tarik menarik antara sesama butir-butir air) dan daya adhesi (antara air dan tanah) lebih kuat dari gravitasi. Air ini dapat bergerak secara horisontal (ke samping) atau vertikal (ke atas) karena gaya-gaya kapiler. Sebagian besar dari air kapiler merupakan air yang tersedia (dapat diserap) bagi tanaman.

Dalam menentukan jumlah air tersedia bagi tanaman beberapa istilah dibawah ini perlu dipahami, yaitu
(1) Kapasitas Lapang: adalah keadaan tanah yang cukup lembab yang menunjukkan jumlah air terbanyak yang dapat ditahan oleh tanah terhadap gaya tarik gravitasi. Air yang dapat ditahan oleh tanah tersebut terus menerus diserap oleh akar-akar tanaman atau menguap sehingga tanah makin lama semakin kering. Pada suatu saat akar tanaman tidak mampu lagi menyerap air tersebut sehingga tanaman menjadi layu (titik layu permanen).
(2) Titik Layu Permanen: adalah kandungan air tanah dimana akar-akar tanaman mulai tidak mampu lagi menyerap air dari tanah, sehingga tanaman menjadi layu. Tanaman akan tetap layu baik pada siang ataupun malam hari.
(3) Air Tersedia: adalah banyaknya air yang tersedia bagi tanaman, yaitu selisih antara kadar air pada kapasitas lapang dikurangi dengan kadar air pada titik layu permanen.
Kandungan air pada kapasitas lapang ditunjukkan oleh kandungan air pada tegangan 1/3 bar, sedangkan kandungan air pada titik layu permanen adalah pada tegangan 15 bar. Air yang tersedia bagi tanaman adalah air yang terdapat pada tegangan antara 1/3 bar sampai dengan 15 bar. Banyaknya kandungan air dalam tanah berhubungan erat dengan besarnya tegangan air (moisture tension) dalam tanah tersebut. Besarnya tegangan air menunjukkan besarnya tenaga yang diperlukan untuk menahan air tersebut di dalam tanah. Tegangan diukur dalam bar atau atmosfir atau cm air atau logaritma dari cm air yang disebut pF. Satuan bar dan atmosfir sering dianggap sama karena 1 atm = 1,0127 bar.

Kemampuan tanah menahan air dipengaruhi antara lain oleh tekstur tanah. Tanah-tanah bertekstur kasar mempunyai daya menahan air lebih kecil daripada tanah bertekstur halus. Oleh karena itu, tanaman yang ditanam pada tanah pasir umumnya lebih mudah kekeringan daripada tanah-tanah bertekstur lempung atau liat.
Kondisi kelebihan air ataupun kekurangan air dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Beberapa fungsi air bagi pertumbuhan tanaman adalah:
(1) sebagai unsur hara tanaman: tanaman memerlukan air dari tanah bersamaan dengan kebutuhan CO2 dari udara untuk membentuk gula dan karbohidrat dalam proses fotosintesis.
(2) sebagai pelarut unsur hara: Unsur-unsur hara yang terlarut dalam air diserap oleh akar-akar tanaman dari larutan tersebut.
(3) sebagai bagian dari sel-sel tanaman: Air merupakan bagian dari protoplasma sel tanaman.

Air bisa tersedia di muka bumi ini tentunya memiliki factor-faktor pendukungnya. Beberapa factor yang bisa mempengaruhi ketersediaan air di dalam tanah dijabarkan menjadi :
(1) banyaknya curah hujan atau air irigasi,
(2) kemampuan tanah menahan air,
(3) besarnya evapotranspirasi (penguapan langsung melalui tanah dan melalui vegetasi),
(4) tingginya muka air tanah,
(5) kadar bahan organik tanah,
(6) senyawa kimiawi atau kandungan garam-garam, dan
(7) kedalaman solum tanah atau lapisan tanah.

Selasa, 10 Mei 2011

suka duka teknik sipil

bloggers,
huah,
kemarin adalah hari yang terasa begitu ekstrim bagi saya. kenapa? saya benar2 merasakan lelah yg sangat2 lelah dari sepanjang perjalanan kuliah yg saya alami.
untuk pertama kalinya sih... hhaha

why?

saya akan sharing mengenai kuliah saya yang ekstrem!
hari itu jadwal kuliah ny adalah full mata kuliah ilmu ukur tanah.
u know? my groups were sooo great!
kelompok saya ekstrem banget bho!
udah empat kali salah ngukur ulang poligon di lapangan terbuka!
panas2an jee... tambah ngitem nih kulit.
sabar!
itu tuh kekuatan yang mesti dimiliki di teknik sipil.
abis sabar, perlu juga kuat, teliti, dan cerdas!
dah, kalo udh punya modal itu, aman deh buat kamu2 yg mau masuk jurusan teknik sipil.
nah,
tapi yg namanya manusia yah, pasti gak ada yang sempurna.
contohnya aja kelompok ilmu ukur tanah saya ini...
sifat kami macem-macem... mulai dari yang maunya maen2 doank, trus serius, trus ga tau mau ngapain, terlalu semangat, dan mati segan hidup tak mau... haha

jadi, selama penjelasan mata kuliah IUT, saya *yang menjadi tumpuan temen2 untuk menghitung data* kerjaannya cuma pencat pencet kalkulator dan bolak balik ngeliat tabel buat ngisiin tuh data.
sumpah! bingsal minta ampyun! huah

mana ketika saya lagi sibuk pencat pencet, eehh... bapak dosen dengan terhormat menambahkan tugas lagi untuk kelompok saya. *makasih pak*
tugasnya? mengelilingi kampus saya, yang luasnya beribu2 ha-a (baca: hektar) ...
mengukur dan mencatat data yang didapat dari GPS yang akan kami gunakan.
how tired we are -,-" swt

tapi, dengan kebijaksanaannya... dosen pun menyarankan teman saya untuk membagi kami menjadi beberapa tim dalam mengerjakan praktikum itu.
saya pun kebagian praktek GPS tadi.
alhasil, sesudah menghitung data yang "masih" salah tadi, saya dan teman2 pun berangkat keliling kampus.
idih, sumpah! nanonano deh rasanya.
mulai dari semangat, bingung, pusing, serem, seru, capek, ampe mati rasa tergabung semuanya dalam praktek itu.
yeah, mana cuaca juga gak bersahabat. *panas banget bhoo! tapi akhirnya kami berhasil menyelesaikan praktek itu.
dengan bangga hati kami kembali ke rombongan yang masih mengukur ulang poligon, daannn..
rasa bangga kami tadi menciut seketika ketika mengetahui, "poligon nya belom selesai diukuuurr mangg!" >,<

bayangan bisa istirahat dengan tenang di dalam lab seketika hilang, dan otomatis, kami langsung berbaur lagi mengukur poligon bersama-sama... saya sambil menghitung dan menginput data di tempat
ternyataaa...
hasil perhitungannya di luar persyaratan lagi!
>,<

teman2 saya, termasuk saya, akhirnya MENYERAH!
dengan memasang muka memelas kami menghadap dosen dan mengatakan... "pak.. masih seperti yang kemarin..."

dan alhamdulillaah dosen itu akhirnya menaruh hati juga kepada kami... dan beliau langsung mengecek di tempat... dan PUJI TUHAN alhamdulillaah lagi, akhirnya pak dosen bisa membantu kami memperbaiki kesalahan yang kami lakukan... *worship*

LEGAAA banget rasanya ketika saya hitung, kelompok kami bisa memenuhi syarat perhitungan poligon...
tapi... itu cuman lega yang sementara bagi aku...

tugas2 lain yang niatnya mau saya kerjakan sehabis pulang kuliah, akhirnya terundur akibat praktek ini.

sumpah, saya benar2 setengah hidup banget!
belom makan, belom minum, bahkan sholat... :(
*maaf banget ya Tuhaaann*

yah. tugas acuan perancah...
ini foto saya dan teman2 ketika praktek bengkel acuan perancah


yang niatnya akan dikumpul dua hari kemudian, ternyata tidak diizinkan oleh sang dosen. karena memang deadline nya adalah hari itu! hari ketika saya bingsal karena praktek ilmu ukur tanah.
jadi... jam dua kami baru memulai mengerjakan tugas acuan perancah bersama-sama,
kami membagi tugas masing2 menjadi beberapa bagian...
ada yang nulisin tahap2 pengerjaan,
ada yang buat gambar,
daaan... saya dapat bagian menghitung *lagi

bener-bener deh, kalo urusan perancah, hitung menghitung saya menyerah.
tapi... teman2 saya yang lain juga ga ada yang bisa :(
akhirnya dengan bermodalkan pertanyaan2 yang pernah saya layangkan ke bapak saya, saya beranikan diri menghitung biaya kebutuhan acuan perancah yang diberikan oleh dosen, dengan hasil yang... gak tau bener ato nggak.
perdebatan saya dengan teman2 diskusi saya pun membuahkan hasil.
dari jam dua, selesai jam lima sore!
dengan hasil wallaahu'alam.
saya pikir saya bisa bernapas lega karena akhirnya tugas bisa dikumpul sesuai deadline...
nggak!
temen2 yang bagian gambar belom selesai!
gak bisa selesai,... karena waktu udah hampir magrib.
ruang kelas udah hampir dikunci...
kami pun udah mulai cemas bakalan terjadi apa2...

yah..akhirnya, kami putuskan untuk kumpul tugas besok pagi, dan alhamdulillah terkumpul. dengan hasil yang... ah lupain!
haha


ya, jadi dari pengalaman ini saya ingin menarik suatu kesimpulan:
"jangan menunda-nunda pekerjaan"
cukup itu aja.
solusinya:
"kalahkan rasa malas untuk menyelesaikannya"

walaupun susah, tapi kita mesti yakin!
karena... life is our journey...
hidup gak akan mungkin bisa berwarna tanpa adanya masalah, begitu juga penyelesaiannya.
soo...

look forward, bloggers...