Minggu, 30 Oktober 2011

Ibu


Blogger...saya punya sedikit renungan nih ... semoga blogger bisa tersentuh dan sadar ketika membacanya...
betapa besar tiada taranya kasih sayang IBU...

***

Ada Seorang bayi siap untuk dilahirkan. 
Si bayi bertanya kpd Tuhan : "Para malaikat disini mengatakan besok Engkau akan mengirimkanku ke dunia, tetapi bagaimana cara hidup di sana ? saya begitu kecil dan lemah." kata si bayi

Tuhan : " AKU telah memilih 1 malaikat untukmu. ia akan menjaga & mengasihimu.

Bayi: "Tp di syurga yg saya lakukan hanya tertawa dan bernyanyi ini cukup bagi saya untuk bahagia

Tuhan:" Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari & kamu akan merasakan kehangatan cintanya & jd lebih bahagia."

Bayi : " apa yang dapat saya lakukan saat saya ingin berbicara pada-Mu.

Tuhan: " Malaikatmu akan mengajarkan bagaimana cara kamu berdoa"

si bayipun masih belum puas. ia pun bertanya lagi :" saya mendengar di bumi banyak orang jahat! siapa yg akan melindungi saya?"

dengan penuh kesabaran Tuhan menjawab :" malaikatmu akan melindungi dengan taruhan jiwanya sekalipun.

si bayipun tetap belum puas dan melanjutkan pertanyaannya :" tp saya akan bersedih tidak melihat ENGKAU lagi"

Tuhanpun berkata :" malaikatmu akan menceritakan kepada mu tentang AKU dan; akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepada-KU walaupun sesungguhnya AKU slalu berada di sisimu."

saat itu syurga begitu tenangnya. sehingga suara dari bumi dapat terdengar dan Sang anak dengan suara lirih bertanya :" Tuhan jika saya harus pergi sekarang bisakah ENGKAU memberitahuku siapa nama malaikat di rumahku nanti ?"

Tuhanpun menjawab :" kau dapat memanggil malaikatmu "IBU"

kenanglah ibu yg slalu menyayangimu. untuk ibu yg selalu meneteskan air mata ketika kau pergi.

ingatkah engkau ketika ibumu rela tidur tanpa selimut demi melihatmu tidur nyenyak dengan 2 selimut membaluti tubuhmu?
ingatkah engkau ketika jemari ibu mengusap lembut kepalamu
dan ingatkah engkau ketika air mata menetes dari mata ibumu ketika ia melihatmu terbaring sakit?

sesekali jenguklah ibumu yg slalu menantikan kepulanganmu di rumah tempat kau dilahirkan.

kembalilah mohon maaf pd ibumu yg slalu rindu pd senyummu.

jangan sampai kehilangan saat-saat yg akan kau rindukan di masa datang ketika ibumu telah tiada


tak ada lagi yg berdiri di depan pintu menyambut kita
tak ada lagi senyuman indah tanda bahagia


yang ada hanyalah kamar kosong tiada penghuninya.
yang ada hanyalah baju yang digantung dilemari kamarnya.
tak ada lagi dan tak akan pernah ada lg yg meneteskan airmata, mendoakanmu di setiap hembusan nafasnya.

ciumlah kaki ibu yang selalu merindukanmu dan berikanlah yg terbaik di akhir hayatnya.
kenanglah semua cinta dan kasih sayangnya.

Ibu,
sampai kapanpun jasamu tak terbalaskan

******
Waktu kamu berumuran 1 tahun, dia menyuapi dan memandikanmu
Sebagai balasannya – kau menangis sepanjang malam.
Waktu kamu berumur 2 tahun, dia mengajarimu bagaimana cara berjalan
Sebagai balasannya – kamu kabur waktu dia memanggilmu
Waktu kamu berumur 3 tahun, dia memasak semua makananmu dengan kasih sayang
Sebagai balasannya – kamu buang piring berisi makananmu ke lantai
Waktu kamu berumur 4 tahun, dia memberimu pensil warna
Sebagai balasannya – kamu corat coret tembok rumah dan meja makan
Waktu kamu berumur 5 tahun, dia membelikanmu baju-baju mahal dan indah
Sebagai balasannya – kamu memakainya bermain di kubangan lumpur
Waktu berumur 6 tahun, dia mengantarmu pergi ke sekolah
Sebagai balasannya – kamu berteriak “NGGAK MAU ..!”
Waktu berumur 7 tahun, dia membelikanmu bola
Sebagai balasannya – kamu melemparkan bola ke jendela tetangga
Waktu berumur 8 tahun, dia memberimu es krim
Sebagai balasannya – kamu tumpahkan dan mengotori seluruh bajumu
Waktu kamu berumur 9 tahun, dia membayar mahal untuk kursus-kursusmu
Sebagai balasannya – kamu sering bolos dan sama sekali nggak mau belajar
Waktu kamu berumur 10 tahun, dia mengantarmu kemana saja, dari kolam renang sampai pesta ulang tahun
Sebagai balasannya – kamu melompat keluar mobil tanpa memberi salam
Waktu kamu berumur 11 tahun, dia mengantar kamu dan temen-temen kamu ke bioskop
Sebagai balasannya – kamu minta dia duduk di barisan lain
Waktu kamu berumur 12 tahun, dia melarangmu melihat acara tv khusus untuk orang dewasa
Sebagai balasannya – kamu tunggu sampai dia keluar rumah
Waktu kamu berumur 13 tahun, dia menyarankanmu untuk memotong rambut karena sudah waktunya
Sebagai balasannya – kamu bilang dia tidak tahu mode
Waktu kamu berumur 14 tahun, dia membayar biaya untuk kemahmu selama liburan
Sebagai balasannya – kamu nggak pernah menelponnya
Waktu kamu berumur 15 tahun, pulang kerja dia ingin memelukmu …
Sebagai balasannya – kamu kunci pintu kamarmu
Waktu kamu berumur 16 tahun, dia mengajari kamu mengemudi mobil
Sebagai balasannya – kamu pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa mempedulikan kepentingannya
Waktu kamu berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telpon yang penting
Sebagai balasannya – kamu pakai telpon nonstop semalaman,
waktu kamu berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kamu lulus SMA
Sebagai balasannya – kamu berpesta dengan teman-temanmu sampai pagi
Waktu kamu berumur 19 tahun, dia membayar semua kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama
Sebagai balasannya – kamu minta diturunkan jauh dari pintu gerbang biar nggak malu sama temen-temen
Waktu kamu berumur 20 tahun, dia bertanya “Darimana saja seharian ini?”
Sebagai balasannya – kamu menjawab “Ah, cerewet amat sih, pengen tahu urusan orang.”
Waktu kamu berumur 21 tahun, dia menyarankanmu satu pekerjaan bagus untuk karier masa depanmu
Sebagai balasannya – kamu bilang “Aku nggak mau seperti kamu.”
Waktu kamu berumur 22 tahun, dia memelukmu dan haru waktu kamu lulus perguruan tinggi
Sebagai balasannya – kamu nanya kapan kamu bisa main ke luar negeri
Waktu kamu berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah barumu
Sebagai balasannya – kamu ceritain ke temanmu betapa jeleknya furniture itu
Waktu kamu berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencana di masa depan
Sebagai balasannya – kamu mengeluh “Aduh gimana sih kok bertanya seperti itu.”
Waktu kamu berumur 25 tahun, dia membantumu membiayai pernikahanmu
Sebagai balasannya – kamu pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km.
Waktu kamu berumur 30 tahun, dia memberimu nasehat bagaimana merawat bayimu
Sebagai balasannya – kamu katakan “Sekarang jamannya sudah beda.”
Waktu kamu berumur 40 tahun, dia menelponmu untuk memberitahu pesta salah satu saudara dekatmu
Sebagai balasannya – kamu jawab “Aku sibuk sekali, nggak ada waktu.”
Waktu kamu berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu
Sebagai balasannya – kamu baca tentang pengaruh negatif orang tua yang numpang tinggal di rumah anaknya
dan
hingga SUATU HARI, dia meninggal dengan tenang dan tiba-tiba kamu teringat semua yang belum pernah kamu lakukan, dan itu menghantam HATIMU bagaikan pukulan godam

JIKA ORANGTUAMU MASIH ADA,
BERIKANLAH KASIH SAYANG DAN PERHATIAN LEBIH DARI YANG PERNAH KAMU BERIKAN SELAMA INI

JIKA ORA NG TUAMU SUDAH TIADA.
INGATLAH KASIH SAYANG DAN CINTANYA YANG TELAH DIBERIKANNYA DENGAN TULUS TANPA SYARAT KEPADAMU

ibu melahirkan kita sambil menangis kesakitan...

Masihkah kita menyakitkannya?

Masih mampukah kita tertawa melihat penderitaannya?

Mencaci makinya?

Melawannya?

Memukulnya?

Mengacuhkannya?

Meninggalkannya?

Ibu tidak pernah mengeluh membersihkan kotoran kita waktu masih kecil,
Memberikan ASI waktu kita bayi,
Mencuci celana kotor kita,
Menahan derita,
Menggendong kita sendirian...

Di saat ibumu tidur, coba kamu lihat matanya dan bayangkan matanya takkan terbuka untuk selamanya...
Tangannya tak dapat hapuskan airmatamu dan tiada lagi nasihat yang sering kita abaikan...

Bayangkan Ibumu sudah tiada...
Apakah kamu cukup membahagiakannya...
Apakah kamu pernah berfikir betapa besar pengorbanannya semenjak kamu berada di dalam perutnya.

SADARILAH bahwa di dunia ini tidak ada 1 orang pun yang mau mati demi ibu, tetapi... Beliau justru satu-satunya orang yang bersedia mati untuk melahirkan kita...

Ibu bukan tempat penititipan cucunya di saat anda jalan-jalan,
tetapi disaat beliau sudah tua dan tak bertenaga, yang beliau butuhkan sekarang adalah perhatian anda, datang dan hampiri dia, bertanyalah bagaimana kesehatannya saat ini dan dengarlah curhatnya, temani dia disaat dia membutuhkan anda, itu saja.
Beliau sudah bahagia sekali...
dan melupakan semua hutang anda kepadanya


Ya Allah ya Tuhanku
tolong panjangkan umur malaikatku tersayang, Ibu...
Bahagiakanlah dia sebagaimana dia telah membahagiakanku hingga detik ini...
Jagalah dia ya Allah...
Kasihi dia :)
Amiin ya rabbal allamin!


Tidak ada komentar: