Minggu, 17 April 2011

Karier Keyboardisku dan Keluarga 508

dear Bloggers,
malam kemarin adalah malam minggu yang sangat mengharukan...
kenapa?
kemaren adalah hari kumpul2 terakhir 508 bersama om Susilo dan tante Ninik sebelum beliau berdua pindah ke bangka.
sedih?
ya, sangat sedih...
508 sendiri sebenernya adalah angka yang diambil dari frekuensi 14.508.0...
yaitu frekuensi dari sebuah pesawat radio amatir punya ayah saya, yang memiliki anggota yang sudah dianggap seperti keluarga sendiri.
gimana nggak, persahabatannya sangat erat, silaturrahminya sudah terhubung kuat, sejak saya masih kelas 2 smp hingga saat ini, semuanya masih begitu dekat.
dari sinilah karier saya dimulai, bener2 dimulai dari nol, hingga sampai saat ini, keyboard saya sudah menjadi lebih profesional. mulai dari medeli mc-100, lalu medeli mc 850, hingga sekarang saya bisa membeli KORG PA 500...
teman2 ayah saya di 508 ini memberikan dukungan yang sangat besar bagi kehidupan saya.
508 bener2 menggoreskan kesan sangat dalam bagi saya.

sebelumnya, saya ingin menceritakan bagaimana karier saya di 508 dimulai sehingga terbentuklah MC 508 (mutiara collection 508).
ketika tahun 2005, ketika saya berusia 13 tahun, ayah saya membelikan adik saya sebuah keyboard medeli mc-100 dengan tujuan agar adik saya tidak usah repot2 belajar not-not musik dengan menggunakan pianika. saya pun menjadi tertarik ketika melihat ayah saya waktu testing keyboard tersebut pertama kalinya dengan menggunakan kunci yang sebenernya itu sangatlah sederhana bagi saya sekarang ini. namun, keinginan saya untuk bisa memainkan keyboard tersebut begitu kuat, apalagi ketika saya tau bahwa adik saya agak kurang begitu berminat untuk mempelajarinya.
dan akhirnya saya pun mencoba berlatih sendiri secara otodidak dengan bantuan buku yang saya pinjam dari teman saya.
saya benar2 serius ingin bisa mengoperasikan keyboard seperti yang teman saya lakukan, bahkan saya ingin lebih bisa dari dia.
ketika saya menunjukkan buku musik milik teman saya kepada ayah saya, keesokannya ayah saya langsung mengajak saya ke Toko Buku Gramedia, dan... i've found it!!
saya benar2 bahagia bisa mendapatkan buku yang sama dengan milik teman saya. saya bertambah senang lagi ketika ayah saya ternyata malah membelikan buku musik itu lebih dari 1 seri.
yaaa. memang. ayah saya memilihkan saya lagu2 nostalgia alias lagu lama alias lagu super jadul untuk saat ini dan juga lagu2 keroncong.
ah. bagi saya tidak masalah! saya malah berpikir lebih jauh "nanti kalo saya bisa memainkan lagu2 yang ada di buku ini, pasti bapak ---*panggilan untuk ayah saya*--- bakal seneng, n nanti pasti ditambahin deh seri bukunya"
dan ternyata, BERHASIL!
dalam waktu seminggu, saya berhasil menghabiskan seluruh lagu2 di dalam buku musik itu, dan ayah saya sangat senang karena beliau juga bisa bernyanyi.

ketika lebaran, saya lupa tahunnya (yg pasti ketika saya kelas 2 SMP), ayah saya juga lagi gencar-gencarnya ngebrik, alias chatting melalui udara dengan pesawat radio amatir. dan kebetulan sekali ayah saya mendapatkan frekuensi yang isi anggotanya sangat ramah sekali, ya itu tadi, 14.508.0.
dan pas lebaran itulah, ayah saya "kopdar" dengan anggota2 frekuensi. kami saling mengunjungi rumah satu sama lain, hingga sampailah ke rumah saya.
dan... ada salah satu teman ayah saya tadi melihat ada keyboard di rumah.
ayah saya dengan bangganya menyuruh saya memainkan itu, dan kemudian, teman ayah saya tertarik dengan skill saya.
alhasil, diajaklah saya untuk bermain di acara syukuran milik teman ayah saya. *widih, berasa udah profesional*

dan dari acara teman ayah saya itulah,... mulai saya rintis karier saya sebagai keyboardis. setiap keluarga 508 mengadakan acara kumpul2, saya selalu diajak dan keyboardpun selalu dibawa. berawal dari rumah ke rumah, hingga di sekolah saya sendiri, dan saya bisa masuk ke acara2 penting yang berhubungan dengan para pejabat pemerintah daerah, seperti polisi, bahkan gubernur.

hingga saya serta ayah saya terus-menerus nyicil beli buku musik itu.
dari hasil kerja saya, saya selalu senang menyisihkan uang untuk mengkoleksi buku2 musik itu.
malah, sampai suatu ketika ayah saya ada pekerjaan di Bandung, saya dibeliin buku2 musik dengan tipe yang sama, yg mungkin sudah tidak terbit lagi di Palembang.
dan ketika Ibu saya liburan ke Jakarta, saya juga dibelikan buku2 musik tersebut.
hingga sampai sekarang... buku2 musik saya sudah bertumpuk2 dan serinya sudah hampir mendekati lengkap. cuma ada satu atau dua seri nostalgia yang tidak saya miliki.
saya sendiri juga tidak menyangka, saya telah menjadi seorang keyboardis.

puji syukur Alhamdulillah, karunia dari Tuhan itu tidak pernah ada batasnya.

Tidak ada komentar: